Setiap orang dianugrahi kejeniusan yang berbeda. Di tangan seorang hanif, kejeniusan dalam hafalan al-Quran akan menjadi rahmat bagi umatnya,sedangkan di tangan Snouck , kecerdasan dalam menghafal Al-Quran akan menjadi kehancuran bagi rakyat Aceh. Di tangan Oppenheimer, kejeniusan akan menjadi kehancuran, the nuke yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki, di sisi lain kejeniusan dalam hal reaksi fisi dan fusi akan menjadi penerangan dan sumber energi bagi manusia. Sama-sama mempunyai pengetahuan dalam Islam, tapi apa yang membedakan Irene yg mantan biarawati dengan snouck? Worldview. cara pandang. paradigma. Allah SWT hanya memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Orang yang Allah kehendaki adalah orang yang menginginkan kebenaran. Irene mempelajari semua agama untuk mencari kebenaran sedangkan Snouck mempelajari Islam untuk menghancurkannya. Jalur Kenegarawanan Siapa yang menyangka kejeniusan Einstein dibidang fisika hampir-hampir membawanya menjadi Presiden israel? Habibie, hanyalah seorang tukang desain pesawat. Namun, kepahlawanan dan persembahan untuk negaranya saat itu membawanya ke puncak posisi negara di Indonesia. Taufikurahman, hanya seorang akademisi dan ilmuwan. Namun dari situlah, beliau hampir dinobatkan sebagai walikota Bandung. Kemampuan engineering nabi Daud A.s. dalam metalurgi lah yang membawa beliau menjadi raja menggantikan Thalut. Ternyata tidak semua jalur kepemimpinan berasal dari gerakan. Teori yang diajarkan Adam Smith, adalah dasar dari merkantilisme dimana masyarakat akan makmur jika setiap orang berbuta yang terbaik untuk dirinya sendiri,namun teori tersebut justru menghasilkan lebih banyak orang yang kalah dari pada yang menang. Di sisi lain, John Forbes Nash, guru besar Princeton, sejak kecil beliau hanya belajar matematika. Namun motivasinya adalah ingin menciptakan dunia tanpa ada yang kalah. Dan dari ide yang indah itulah lahir Governing Dynamics, ide yang mengubah pandangan semua orang terhadap teori ekonomi yang sudah berumur 150 tahun, lebih dari itu teori tersebut mempengaruhi banyak segi kehidupan. kebanyakan pemimpin besar, berawal dari posisi akademis. Hasan Albanna memulai karirnya sebagai guru. Ust Rahmat Abdullah selalu bercita-cita menjadi guru sebagai wujud dari Keinginan dan motivasi untuk mengajarkan ilmu dan memperbaiki umat. Namun, bagi para akademisi, ruang kelas mereka bukanlah sekedar ruang kelas biasa. Tetapi dunia ini adalah ruang kelas mereka, umat adalah murid-murid mereka. Sehingga hal tersebutlah yang memotivasi mereka untuk meninggalkan ruang kelas yang sempit menuju ruang kelas yang lebih besar yang bernama Negara. Skirmish Suatu saat di perang khandaq, saat menggali parit dan para sahabat menemukan sebuah gundukan tanah yang keras. para sahabat mengadu ke rasul, rasul pun mengambil cangkul, “Bismillah”,rasulallah menghantam tanah dengan sekali hantam.”Allahuakbar, aku diberi kunci-kunci syam, Demi Allah aku melihat istana-istananya yang bercat merah”, kedua kalinya rasulallah menghantam,”Allahuakbar, aku diberi tanah persi, aku bisa melihat istana mada’in yang bercat putih”, dan hantaman terakhir yang berhasil menghancurkan tanah yang keras tersebut”Allahuakbar, Aku diberi kunci-kunci Yaman, demiAllah dari tempatku berdiri bisa melihat pintu-pintu gerbang shan’a” ada yang aneh dengan rasulallah, tidak seperti biasanya, sebelumnya rasul pasti mengatakan bahwa”aku melihat pintu syurga yang indah”,atau,”aku melihat orang-orang kafir dibakar di neraka” tapi semua yang beliau ucapkan adalah tentang kemenangan islam di dunia, apakah rasulallah menjadi seorang yang ambisius ingin menguasai dunia. Tidak, itulah ciri khas dakwah di madinah: perang, jihad, penegakan daulah, ekspansi dan kemenangan demi kemenangan. selama 13 tahun nabi berdakwah di makkah, tidak kalah intensif, tidak kalah keras, tidak kalah kejamnya penyiksaan dari orang kafir. namun tidak sampai seratusan orang yang berhasil mendapatkan cahaya Ilahi.Nabi hijrah ke madinah bukan sekedar takut kepada kafir quraisy, bukan sekedar capek 13 tahun mengkader orang tapi hanya mendapatkan sedikit orang, namun lebih dari itu nabi menyiapkan senjata pamungkas atau instrumen spesial dalam dakwahnya. yang dalam 10 tahun setelah itu pada haji wada, berkat senjata tersebut, 140ribu manusia telah terekrut. begitu hebatnya instrumen ini, sehingga salah satu jamaah islam lebih memilih membuat partai untuk mengambil alih senjata tersebut,dari pada membuat sebuah ormas islam. Luar biasa instrumen itu, Instrumen itu adalah “negara”. Ikhwah fillah, antum yang berdakwah telah memilih sebuah jalan dakwah kenegaraan. antum telah meninggalkan dakwah kampus yang bersifat event organizing dan memilih untuk turun ke jalan menciptakan kondisi sistem masyarakat islami. kita berada jalan yang sama yang ditempuh rasul ketika menyiapkan instrumen negara. Namun, isntrumen itu juga membutuhkan operator yang tidak kalah handal. Operator itu adalah pejabat yang sudah dikader oleh rasul selama fasa makkah yang dihiasi oleh ayat-ayat indah tentang surga dan ayat-ayat yang menggetarkan hati tentang neraka. kader-kader itulah yang meneruskan kendali negara setelah rasul meninggal dengan semangat ayat-ayat madaniyyah yang dihiasi oleh kemenangan-kemenangan islam di dunia sebut saja salah satu dari dua surat madaniyyah di juz ‘amma “idzaa jaa’a nashrullahi wal fath”. tapi semua itu tidak bisa lepas, dari sebuah moment di bulan ramadhan. Ujian pertama bagi penegakan daulah madinah. Sebuah perang dimana kualitas telah mengalahkan kuantitas. Dimana 1000 pasukan kafir telah dikalahkan oleh hanya sekitar 300 pasukan muslim. Suatu perang dimana rasulallah berdoa,”ya Allah jika pasukan ini hancur pada hari ini tentu Engakau tidak akan disembah lagi, ya Allah, kecuali jika Engkau memang menghendaki untuk tidak disembah lagi selamanya setelah hari ini”. Suatu perang yang didalamnya di turunkan satu surat al-anfal dalam al-quran yang didalamnya terdapat kelebihan orang yang bersabar dalamberjihad akan dilipat gandakan kekuatannya sampai sepuluh kali lipat. Sabar dalam al-quran selalu bersifat aktif, bukan menunggu. Ingat kesabaran dalam berjihad bukan sekedar kesabaran dalam didzalimi tapi juga sabar dalam melawan. Kesabaran adalah kesabaran menuntut para koruptor untuk diadili bukan sabar merasakan kemiskinan akibat tingkah para koruptor. sungguh heroik bagaimana Allah menakdirkan kejayaan islam yang sampai pada beberapa abad sesudah wafatnya rasul, islam sudah menguasai sepertiga bumi. dan sekarang Allah pun menganugerahkan sebuah hadiah yang luar biasa kepada umat islam, hadiah itu adalah , surga dakwah ,negeri Indonesia. Rasulallah telah meniru teknologi asing(persia) berupa taktik perang parit, tapi rasul tidak pernah meniru budaya asing(persia) yang menyembah api. Tapi yang terjadi pada umat islam saat ini adalah sebaliknya, kita meniru budaya asing tapi tidak pernah meniru teknologinya. Midori no Hibi(Greendays) Seorang pemikir Islam abad ke 20, asal Aljazair bernama Malik bin Nabi menyebutkan bahwa faktor – faktor pemebentuk peradaban(syuruutul hadharah) antara lain, al Insan, manusia; waz zamaan, waktu atau momentum; At-turob, ruang, tanah,atau bumi. Setiap peradaban mempunyai creative minority sebagai pahlawan peradabannya sebagai representasi unsur al insan. Islam juga telah mencapai rekor peradaban zaman terlama dengan hampir 13 abad memimpin dunia sebagai representasi unsur az zaman dari peradaban. Para creative minority tidak berbuat apa-apa untuk membuat peradabannya maju tanpa adanya modal ruang dan waktu. Setidaknya butuh tiga sumber daya, manusia,ruang dan waktu. Hablum Minallah Hablum minannaas,Burung dodo, Buhari mencoret hadist. Rasulallah ketika melewati onta yang kelaparan bersabda untuk takut terhadap hewan – hewan yang tidak bisa bicara ini. Islam menghargai hewan sebagai mana menghargai nyawa manusia. Itulah sebabnya, Bukhari pernah mencoret sebuah hadist karena mengetahui bahwa sang periwayat mempermainkan ayam dengan batu. Oasis: ketika manusia tidak lagi menikmati hujan Alvin Toffler, dalam the Third Wave, gelombang pertama peradaban manusia sebagai gelombang pertanian. Peradaban manusia pertama kali selalu brtahan hidup lewat pertanian dan peternakan. Oleh karena itu manusia selalu menghargai hujan sebagai sebuah rezeki. Yunani kuno menyebut bumi sebagai Gaia. Gaia mempengaruhi kehidupan manusia, dan kebiasaan manusia juga sebaliknya mempengaruhi keadaan Gaia. Suku Sunda harus mulai mencintai tanahnya, sebagai mana nenek moyang mereka mencintai bumi ini sehingga Muassis suku sunda menggunakan kata “Bumi” sebagai bahasa sunda dari kata “rumah”. Jika suku sunda tidak mulai menghargai alamnya, suku sunda akan menjadi varian spesies Homo sapiens yang punah pertama kali. Sehingga ketika semua sudah terlambat, seperti kata linkin park, manusia hanya tinggal mengatakan, “What I’ve done?”. Itulah Turob, Bumi.